, ,

Sudah Sepekan Jalan Paliorong–Kadundung Tertutup Longsor, Warga Tana Toraja Terisolasi

by -1699 Views
cek disini

News Rantepao  — Warga di wilayah Lembang Paliorong dan Lembang Kadundung, Kecamatan Masanda, mengeluhkan belum adanya tindakan dari pemerintah daerah (Pemda) Tana Toraja untuk menangani lima titik longsor yang menutup total akses jalan penghubung antar-lembang sejak sepekan terakhir. Akibatnya, jalur vital penghubung dua wilayah pedalaman itu masih lumpuh dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Longsor Tutup Badan Jalan Trans Sulawesi, Akses Utama Warga Tertutup Total
Sudah Sepekan Jalan Paliorong–Kadundung Tertutup Longsor, Warga Tana Toraja Terisolasi

Berdasarkan pantauan di lokasi, material longsor berupa tanah liat, batu besar, dan batang pohon masih menumpuk di badan jalan. Warga hanya bisa melintas dengan berjalan kaki sejauh beberapa kilometer sambil membawa barang kebutuhan pokok secara manual.

Baca Juga : Potensi Picu Ketidakharmonisan Antar Masyarakat, Pemda Pertegas Batas Wilayah 112 Lembang di Tana Toraja

“Sudah seminggu lebih jalan ini tertutup. Belum ada alat berat yang datang. Kami harus jalan kaki hampir dua jam kalau mau ke pasar,” ujar Yohanes Lumba, warga Paliorong, Minggu (2/11/2025).

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Masanda pada Sabtu pekan lalu (26/10/2025). Lima titik longsor besar menimpa jalur utama yang menghubungkan Paliorong, Kadundung, hingga ke pusat Kecamatan Masanda, mengakibatkan aktivitas warga terhenti total.

Warga Swadaya Bersihkan Material

Warga bersama aparat lembang dan karang taruna setempat sempat berinisiatif membersihkan sebagian material menggunakan alat seadanya, namun upaya tersebut belum cukup untuk membuka akses jalan karena tebalnya timbunan tanah.

“Kami sudah gotong royong beberapa hari, tapi materialnya terlalu banyak. Harus pakai ekskavator,” kata Simon Tandililing, Kepala Lembang Paliorong.

Ia menambahkan, jalur tersebut merupakan satu-satunya akses transportasi warga menuju pasar tradisional, sekolah, dan puskesmas di Masanda. Kondisi ini membuat suplai bahan pokok dan BBM terbatas, sementara beberapa siswa kesulitan berangkat ke sekolah karena jalur alternatif memutar terlalu jauh.

Pemda Dinilai Lambat Merespons

Hingga Minggu ini, belum terlihat adanya aktivitas alat berat dari pihak Pemkab Tana Toraja maupun Dinas Pekerjaan Umum (PU). Warga berharap pemerintah segera menurunkan tim teknis dan peralatan untuk membersihkan material longsor yang sudah menumpuk hampir satu minggu.

“Kami sudah lapor lewat pemerintah lembang, tapi belum ada tindak lanjut. Kalau dibiarkan lebih lama, bisa-bisa warga terisolasi total,” keluh Maria Tandi, warga Kadundung.

Pihak BPBD Tana Toraja yang dikonfirmasi mengakui adanya laporan longsor di jalur Paliorong–Kadundung. Kepala Pelaksana BPBD, Yohanes Paranoan, mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu koordinasi lintas dinas untuk menurunkan alat berat ke lokasi.

“Kita sudah survei lokasi dan sedang upayakan penanganan. Akses menuju titik longsor cukup jauh dan medan berat, jadi butuh peralatan khusus,” jelasnya.

Cuaca Masih Berpotensi Picu Longsor Susulan

Sementara itu, BMKG Makassar memperingatkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan Toraja dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan di area rawan.

Hingga berita ini diturunkan, jalur Paliorong–Kadundung–Masanda masih belum bisa dilalui kendaraan. Warga berharap Pemda Tana Toraja segera mengambil langkah cepat untuk menurunkan alat berat, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di daerah selatan Toraja.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.