, ,

Revitalisasi Lapangan Sa’dan Tuai Pro Kontra, Bupati Toraja Utara Tegaskan Demi Kemaslahatan Masyarakat

by -1418 Views
cek disini

News Rantepao — Rencana revitalisasi Lapangan Sa’dan di Kabupaten Toraja Utara menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian warga mendukung langkah pemerintah daerah karena dinilai akan mempercantik wajah kota dan meningkatkan fasilitas umum, namun sebagian lainnya khawatir proyek tersebut akan menghapus nilai historis lapangan yang telah menjadi ikon masyarakat setempat.

Mengantar Dedy Andrew ke Era Baru Pintu Pemerintahan di Toraja Utara
Revitalisasi Lapangan Sa’dan Tuai Pro Kontra, Bupati Toraja Utara Tegaskan Demi Kemaslahatan Masyarakat

Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang (Ombas), menegaskan bahwa revitalisasi Lapangan Sa’dan dilakukan dengan tujuan untuk kemaslahatan masyarakat, bukan semata-mata pembangunan fisik.

Baca Juga : Keluarga Tongkonan Lino Menolak Revitalisasi Lapangan Sadan Toraja Utara

“Lapangan Sa’dan selama ini kurang terawat dan tidak termanfaatkan secara maksimal. Revitalisasi ini bukan untuk menghilangkan sejarahnya, tetapi justru untuk menghadirkan ruang publik yang lebih layak, tertata, dan bermanfaat bagi semua warga,” ujar Bupati Ombas, Senin (3/11/2025).

Tujuan Revitalisasi: Estetika dan Ekonomi Lokal

Menurut Bupati, proyek ini dirancang agar Lapangan Sa’dan menjadi pusat kegiatan masyarakat, mulai dari olahraga, kegiatan seni budaya, hingga kegiatan ekonomi seperti pasar kuliner dan UMKM. Pemerintah daerah juga berencana menata ulang area parkir, jalur pedestrian, serta ruang hijau agar lebih ramah pengunjung.

“Revitalisasi ini akan mendukung aktivitas ekonomi kecil dan menjadi daya tarik wisata kota Rantepao. Kami ingin masyarakat Toraja Utara memiliki ruang publik yang membanggakan,” jelasnya.

Penolakan Warga: Takut Hilangnya Nilai Sejarah

Meski begitu, sebagian warga menolak rencana tersebut karena khawatir karakter historis Lapangan Sa’dan akan hilang setelah pembangunan. Beberapa tokoh masyarakat mengingatkan agar pemerintah mempertimbangkan kembali desain proyek agar tidak mengubah esensi budaya Toraja yang melekat pada lapangan itu.

Salah satu tokoh adat, Paulus Lemba, mengatakan bahwa Lapangan Sa’dan bukan sekadar ruang terbuka, tetapi memiliki nilai historis dan spiritual, karena pernah menjadi tempat upacara adat besar dan kegiatan budaya masyarakat Toraja.

“Kami bukan menolak pembangunan, tapi jangan sampai tempat bersejarah ini kehilangan makna dan bentuk aslinya. Kalau bisa, desainnya menyesuaikan dengan budaya Toraja,” ujarnya.

Keterlibatan Publik dan Kajian Budaya

Menanggapi hal itu, Bupati Ombas menegaskan bahwa pihaknya akan membuka ruang dialog dengan tokoh adat, masyarakat, dan organisasi pemuda sebelum finalisasi desain pembangunan.

“Kami akan melibatkan semua pihak. Tidak ada pembangunan yang merugikan rakyat. Tujuan kami jelas: menjaga identitas Toraja sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Toraja Utara juga menyebutkan bahwa proyek ini masih dalam tahap kajian desain dan analisis sosial budaya, sehingga setiap masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan utama.

Harapan Pemerintah Daerah

Pemerintah berharap revitalisasi ini dapat menjadi simbol kemajuan daerah yang tetap berakar pada budaya Toraja, serta menjadi ruang publik inklusif bagi kegiatan masyarakat dan wisatawan.

“Lapangan Sa’dan harus menjadi kebanggaan kita bersama, bukan sumber perpecahan,” pungkas Bupati Ombas.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.