,

Duka di Kamanre Luwu, Balita Hilang Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi 3 Km dari Rumah

by -1913 Views
cek disini

News Rantepao — Duka mendalam menyelimuti warga Desa Kamanre, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, setelah seorang balita berusia 3 tahun yang sempat dilaporkan hilang selama dua hari akhirnya ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi berjarak sekitar 3 kilometer dari rumahnya, Jumat (17/10/2025).

Tragis! Bocah 2 Tahun di Luwu Tewas Terseret Arus Irigasi - Caber ID
Duka di Kamanre Luwu, Balita Hilang Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi 3 Km dari Rumah

Korban diketahui bernama Aulia Ramadhani, anak pasangan Hasan dan Nuraini, warga Dusun Mulyorejo. Aulia dilaporkan hilang sejak Rabu sore (15/10/2025) ketika sedang bermain di sekitar halaman rumah bersama teman-temannya. Setelah tidak kunjung pulang menjelang magrib, keluarga segera melapor ke aparat desa dan tim SAR gabungan.

Baca Juga : 2 Warga Soppeng Dilaporkan Hilang, 1 Ditemukan Selamat, 1 Masih Hilang

 

Ditemukan di Saluran Irigasi Setelah Pencarian Intensif

Menurut keterangan Kepala Desa Kamanre, Syarifuddin, jasad korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 09.30 WITA di saluran irigasi sekunder yang mengalir menuju area persawahan. Tim gabungan dari BPBD Luwu, Basarnas Palopo, TNI, dan warga setempat terlibat dalam pencarian sejak hari pertama.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar tiga kilometer dari titik awal hilang. Jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan sore hari itu juga,” ujar Syarifuddin.

Ia menambahkan, lokasi penemuan sulit dijangkau karena tertutup semak dan berarus cukup deras akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak dua hari terakhir. Dugaan sementara, korban terpeleset dan terseret arus irigasi yang mengalir di belakang rumah warga.


Warga dan Relawan Terlibat Penuh dalam Pencarian

Sejak kabar hilangnya Aulia menyebar, warga Kamanre secara bergotong-royong membantu pencarian, menyisir area kebun, sungai kecil, hingga saluran air. Suasana haru menyelimuti saat tim gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa.

“Kami semua terpukul. Aulia anak yang ceria dan disukai banyak orang. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ucap Rahmawati, salah satu tetangga korban dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, pihak Polsek Kamanre telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat tenggelam dan kekurangan oksigen (asfiksia).


Peringatan bagi Orang Tua di Musim Hujan

Kapolsek Kamanre, Iptu Muhammad Rasyid, mengimbau agar para orang tua lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama yang bermain di dekat saluran air, sungai, atau sawah yang berarus deras.

“Kami mengingatkan agar anak-anak tidak dibiarkan bermain tanpa pengawasan di dekat sumber air, apalagi saat musim hujan. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga berencana berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memasang pagar pengaman dan papan peringatan di area irigasi, guna mencegah kejadian serupa di masa depan.


Duka Menyelimuti Desa Kamanre

Jenazah Aulia dimakamkan di pemakaman umum Desa Kamanre sore hari disertai isak tangis keluarga dan warga. Suasana duka terasa mendalam di rumah duka, di mana ratusan warga datang melayat untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kisah tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan anak di lingkungan berisiko, terutama di pedesaan dengan saluran irigasi terbuka yang cukup berbahaya.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.