News Rantepao – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Toraja Utara menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kanker serviks pada pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Rantepao, Minggu (30/11). Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari masyarakat yang memadati area CFD, terutama para ibu dan remaja putri. Melalui kegiatan ini, IBI Toraja Utara menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker serviks dan pentingnya deteksi dini.

Edukasi Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks
Dalam sosialisasi tersebut, para bidan menyampaikan informasi mengenai penyebab kanker serviks, gejala, serta langkah-langkah pencegahan. Edukasi difokuskan pada pemahaman mengenai Human Papilloma Virus (HPV) sebagai penyebab utama kanker serviks dan pentingnya melakukan skrining melalui tes IVA maupun Pap Smear.
Baca Juga : Penuhi Janji Kampanye, Dedy-Andre Salurkan Baju Seragam Gratis Bagi Siswa Siswi SD dan SMP
Para peserta juga diajak untuk mengenali tanda-tanda awal kanker serviks, seperti perdarahan tidak normal, nyeri saat berhubungan, dan keputihan berlebih. Dengan memahami gejala tersebut, masyarakat diharapkan lebih cepat mengambil tindakan medis.
“Kanker serviks adalah penyakit yang bisa dicegah dan dideteksi lebih awal. Kami berharap masyarakat, terutama perempuan usia produktif, lebih peduli pada kesehatan reproduksi mereka,” ujar salah satu pengurus IBI Toraja Utara.
Antusiasme Pengunjung CFD
Meskipun kegiatan dilakukan pada pagi hari, antusiasme pengunjung CFD sangat tinggi. Banyak ibu-ibu yang mengerumuni booth IBI untuk berkonsultasi langsung dengan bidan mengenai kesehatan reproduksi. Tidak sedikit pula remaja putri yang tertarik mengetahui informasi mengenai vaksin HPV, yang saat ini menjadi salah satu metode pencegahan paling efektif.
Tim IBI Toraja Utara juga membagikan brosur edukatif mengenai pola hidup sehat, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta langkah-langkah melakukan pencegahan secara mandiri. Selain itu, disediakan sesi tanya jawab dan pemeriksaan kesehatan sederhana untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah Toraja Utara. Melalui Dinas Kesehatan, pemerintah mendorong berbagai pihak untuk menggiatkan edukasi pencegahan kanker serviks sebagai bagian dari upaya menurunkan angka kematian ibu.
Menurut Dinas Kesehatan, cakupan edukasi mengenai kanker serviks masih perlu ditingkatkan, terutama di wilayah pedesaan. Karena itu, kolaborasi antara tenaga kesehatan dan organisasi profesi seperti IBI dianggap sangat penting dalam memperluas jangkauan informasi.
Komitmen IBI Toraja Utara untuk Kesehatan Perempuan
Ketua IBI Toraja Utara menegaskan bahwa kegiatan ini bukan yang terakhir. Ke depan, IBI akan terus melakukan sosialisasi serupa di sekolah, puskesmas, dan kegiatan masyarakat lainnya. Fokus utama mereka adalah memberikan pemahaman bahwa pencegahan kanker serviks harus dimulai sejak dini, melalui pola hidup sehat, vaksinasi, serta pemeriksaan rutin.
Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, IBI Toraja Utara berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah kanker serviks sedini mungkin. Kegiatan di CFD Rantepao ini pun menjadi langkah nyata dalam upaya menciptakan perempuan Toraja yang lebih sehat dan berdaya.











