News Rantepao — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara kembali melakukan rotasi dan promosi jabatan di lingkungan birokrasi. Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang, SE., M.Si., melantik sejumlah pejabat eselon II dan III dalam upacara pelantikan yang digelar di Aula Kantor Bupati Toraja Utara, Jumat (7/11/2025).

Pelantikan ini bertujuan memperkuat kinerja pemerintahan daerah sekaligus penyegaran dalam struktur organisasi perangkat daerah (OPD).
Dorong Profesionalisme dan Kinerja Aparatur
Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Bassang menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Baca Juga : Reses Di Tana Toraja, Eva Rataba Serap Aspirasi Guru Soal Jaminan Hukum
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Yohanis.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Saya berharap para pejabat yang dilantik bisa bekerja dengan semangat melayani, bukan dilayani. Jadilah contoh bagi bawahannya dan selalu berorientasi pada hasil,” tambahnya.
Daftar Pejabat yang Dilantik
Berikut sejumlah nama pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut:
-
Drs. Mateus Palangi – dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
-
Ir. Maria Ranteallo – menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
-
Yulius Toding, S.STP., M.Si. – Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM
-
Ester Lullung, S.IP. – Camat Tallunglipu
-
Samu Rante Allo, S.Sos. – Sekretaris Dinas Perhubungan
Selain pejabat eselon II, turut dilantik pula sejumlah pejabat eselon III dan IV yang menempati posisi strategis di berbagai bidang pemerintahan, termasuk sekretaris dinas, kepala bidang, dan camat.
Komitmen Pembenahan Internal
Sekretaris Daerah Toraja Utara, Drs. Yonatan Toding, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin kinerja aparatur.
“Rotasi dilakukan berdasarkan penilaian objektif terhadap kinerja dan kebutuhan organisasi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan internal demi pelayanan publik yang lebih baik,” jelasnya.
Upacara pelantikan ditutup dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan serta doa bersama. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab barunya untuk mempercepat realisasi program prioritas daerah.











