News Rantepao — Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, langsung membentuk Satuan Tugas (Satgas) Aksi Cepat untuk melakukan misi penyelamatan pasca-kecelakaan helikopter yang terjadi di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Langkah cepat ini diambil guna memastikan evakuasi korban berjalan efektif serta penanganan darurat dilakukan secara terkoordinasi.

Dalam keterangan resminya, Bupati menegaskan bahwa keselamatan korban menjadi prioritas utama. Satgas Aksi Cepat terdiri dari unsur BPBD, Dinas Kesehatan, TNI-Polri, Basarnas, serta relawan lokal yang telah disiagakan sejak insiden dilaporkan.
Baca Juga : Bupati Tanah Bumbu Ajak Teladani Akhlak Orang Saleh
“Kita harus bergerak cepat. Satgas Aksi Cepat ini dibentuk untuk menyatukan semua sumber daya agar evakuasi korban kecelakaan helikopter berjalan maksimal,” ujar Andi Rudi Latif, Selasa (2/9/2025).
Fokus Satgas Aksi Cepat
Satgas ini akan difokuskan pada beberapa misi utama:
-
Evakuasi korban dari lokasi kecelakaan.
-
Penyediaan layanan medis darurat bagi korban luka.
-
Koordinasi logistik dan transportasi untuk mempercepat akses ke lokasi sulit.
-
Pengumpulan data terkait kronologi kecelakaan untuk laporan resmi pemerintah.
Koordinasi dengan Aparat Pusat
Selain melibatkan tim daerah, pemerintah Tanah Bumbu juga berkoordinasi dengan pihak Basarnas pusat dan Otoritas Penerbangan untuk mempercepat investigasi penyebab kecelakaan.
“Kami tidak bekerja sendiri, semua unsur dilibatkan agar penanganan ini sesuai standar nasional,” tegas Bupati.
Kondisi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung. Aparat gabungan telah dikerahkan menuju lokasi kecelakaan yang berada di area perbukitan dan sulit dijangkau.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Bupati juga meminta doa seluruh warga Tanah Bumbu agar proses evakuasi berjalan lancar dan korban segera mendapat pertolongan.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pembentukan Satgas Aksi Cepat ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Tanah Bumbu dalam merespons setiap keadaan darurat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan pasca-kejadian sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga korban.










