News Rantepao – Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Gedung Art Center, Alun-alun Kota Rantepao, berlangsung meriah dengan hadirnya berbagai penampilan seni yang melibatkan para penyandang disabilitas. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah tarian dari Sanggar Tari Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Toraja yang tampil memukau di hadapan ratusan penonton.

Mengangkat Semangat Inklusi Lewat Seni
Sanggar Tari RBM Toraja yang selama ini dikenal aktif dalam memberdayakan penyandang disabilitas melalui seni dan budaya, kembali menunjukkan kualitas terbaiknya. Penampilan mereka dalam peringatan HDI 2025 tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa seni dapat menjadi medium inklusi sosial.
Baca Juga : Excavator untuk Eksekusi Tongkonan Ka’pun di Tana Toraja Terbakar, Polisi Temukan Bom Molotov
Dengan balutan kostum khas Toraja dan gerakan tarian yang harmonis, para penari menampilkan koreografi yang telah dipersiapkan selama beberapa minggu. Penampilan ini mendapat tepuk tangan panjang dari para hadirin.
“Melalui seni tari, kami ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat berkembang jika diberikan ruang dan kesempatan,” ungkap salah satu pembina RBM Toraja.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Komunitas
Acara semarak HDI 2025 ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, pemerhati disabilitas, dan masyarakat umum. Pemerintah Kabupaten Toraja Utara memberikan apresiasi khusus kepada RBM Toraja karena kontribusinya dalam mendukung penyandang disabilitas agar lebih percaya diri dan produktif.
Kepala Dinas Sosial Toraja Utara menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, termasuk melalui kegiatan seni dan budaya. “RBM Toraja menjadi contoh nyata bahwa pendampingan yang tepat dapat menghasilkan karya besar dan memberi dampak positif bagi banyak orang,” ujarnya.
Pertunjukan Seni Sebagai Ruang Ekspresi
Selain Sanggar RBM Toraja, berbagai kelompok seni dan organisasi penyandang disabilitas juga turut ambil bagian dalam rangkaian acara HDI 2025. Mulai dari musik, puisi, hingga pertunjukan teater, semuanya dirancang untuk memberi ruang ekspresi bagi para penyandang disabilitas.
Para penonton mengaku sangat terkesan dengan kualitas pertunjukan yang disajikan. Banyak yang berharap acara seperti ini terus berlanjut setiap tahun untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya inklusi.
Mewujudkan Toraja yang Ramah Disabilitas
Penyelenggaraan HDI 2025 di Rantepao dinilai sebagai langkah maju dalam upaya mewujudkan Toraja yang ramah disabilitas. Melalui kegiatan seni, masyarakat diajak merayakan keberagaman sekaligus menghapus stigma yang sering dialami penyandang disabilitas.
Sanggar Tari RBM Toraja berharap dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan serupa dan menjadikan seni sebagai jembatan untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif, terbuka, dan saling menghargai.









