News Rantepao — Persatuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) kembali menegaskan komitmennya dalam memberdayakan perempuan melalui pendidikan keterampilan. Hal itu disampaikan dalam acara Penamatan Bimbingan Trampil Wanita Gereja Toraja (Bintranita) Angkatan ke-75 yang digelar di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, pada Selasa (12/11/2025).

Kegiatan penamatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah pelayanan Gereja Toraja yang telah menempuh pelatihan selama beberapa bulan di bidang menjahit, tata rias, serta keterampilan rumah tangga lainnya.
Baca Juga : Gereja Toraja Rayakan HUT ke-78 di Hutan, Bupati Tana Toraja: Keren
Ketua Umum PWGT, Pdt. Ria Paluseri, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan keterampilan seperti menjahit dan tata rias bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga sarana strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan gereja.
“Kami ingin perempuan Gereja Toraja tidak hanya aktif dalam pelayanan rohani, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa menopang perekonomian keluarga. Dengan skill menjahit atau salon, mereka bisa membuka usaha sendiri dan menjadi berkat bagi sesama,” ujarnya.
Perempuan Mandiri dan Produktif
Menurut Ria Paluseri, PWGT telah konsisten menyelenggarakan program Bintranita sejak puluhan tahun lalu. Tujuannya ialah membentuk perempuan tangguh, kreatif, dan berdaya saing, terutama di tengah tantangan ekonomi masyarakat saat ini.
“Perempuan perlu diberi ruang untuk berkembang. Ketika mereka punya keterampilan, maka kepercayaan diri dan kontribusinya terhadap ekonomi keluarga akan meningkat,” tambahnya.
Dukungan Gereja dan Pemerintah
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Majelis Sinode Gereja Toraja menyampaikan apresiasi kepada PWGT atas dedikasinya menjaga kesinambungan program pemberdayaan perempuan. Pemerintah daerah juga disebut siap bersinergi dalam mendukung pelatihan berbasis keterampilan kerja.
“Kami membuka ruang kolaborasi agar peserta Bintranita dapat terhubung dengan pelatihan lanjutan atau bantuan modal usaha. Upaya seperti ini sejalan dengan visi pemberdayaan ekonomi kreatif lokal,” kata salah satu perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Toraja Utara yang hadir dalam acara tersebut.
Harapan dan Kelanjutan Program
Penamatan Bintranita Angkatan ke-75 ditutup dengan peragaan hasil karya peserta, seperti busana hasil jahitan dan tata rias pengantin tradisional Toraja. Suasana haru dan bangga terlihat saat para peserta menerima sertifikat kelulusan.
PWGT berharap lulusan Bintranita dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya dengan mengajarkan keterampilan yang telah diperoleh kepada perempuan lain.
“Kami percaya, perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat dan masyarakat yang sejahtera,” tutup Pdt. Ria Paluseri.









