News Rantepao – Aksi Penegak Perda di Kabupaten Toraja Utara menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan tindakan oknum petugas yang dinilai tidak memahami standar operasional prosedur (SOP) saat menjalankan tugas penertiban. Warganet menilai tindakan tersebut terkesan tebang pilih dan tidak mencerminkan profesionalisme aparat penegak peraturan daerah.
Dalam video yang beredar luas, Penegak Perda terlihat menegur dan menindak warga tanpa penjelasan yang jelas mengenai aturan yang dilanggar. Sikap tersebut memicu kritik karena petugas seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Banyak masyarakat menilai bahwa Penegak Perda perlu memberikan contoh penegakan aturan yang adil dan transparan.
Baca Juga : Diduga Ibu Bhayangkari Jadi Rentenir: Publik Menanti Ketegasan Kapolres dan Kapolda
Sejumlah tokoh masyarakat Toraja Utara turut menanggapi viralnya kasus ini. Mereka meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap kinerja . Menurut mereka, pemahaman SOP menjadi hal mendasar agar penegakan aturan berjalan sesuai koridor hukum dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah Toraja Utara merespons cepat dengan menegaskan komitmen peningkatan profesionalisme aparat. Pihak terkait menyatakan akan melakukan klarifikasi dan pembinaan terhadap oknum yang terlibat. Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan publik serta memastikan setiap petugas memahami tugas dan tanggung jawabnya.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan pelatihan dan sosialisasi SOP bagi seluruh Penegak Perda. Pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat sikap humanis, komunikasi yang baik, serta pemahaman hukum dalam setiap tindakan di lapangan. Penegakan aturan harus berjalan seimbang antara ketegasan dan pendekatan yang berkeadilan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa memegang peran strategis dalam menjaga ketertiban umum. Aparat harus bertindak profesional, konsisten, dan tidak tebang pilih agar masyarakat merasa terlindungi, bukan terintimidasi. Dengan evaluasi menyeluruh dan pembinaan berkelanjutan, penegakan peraturan daerah di Toraja Utara diharapkan semakin berkualitas dan berintegritas.










