News Rantepao – Akses utama Rantepao–Luwu Utara (Lutra) di kawasan Lili’ Kira’ putus total akibat longsor besar yang terjadi pada Senin malam (22/9). Jalur penghubung penting antara Toraja Utara dan Luwu Utara tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Longsor Tutup Jalur Utama
Material longsor berupa tanah, batu, dan pohon tumbang menutup badan jalan sepanjang puluhan meter. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melewati jalur tersebut. Warga terpaksa mencari jalan alternatif dengan waktu tempuh lebih lama.
Baca Juga : 24 Ribu Siswa Bersaing Masuk SMA Taruna Nusantara Tahun Ajaran 2026/2027
BPBD Toraja Utara bersama aparat setempat langsung menurunkan alat berat untuk membersihkan material. Namun, karena kerusakan jalan cukup parah dan rawan longsor susulan, pemerintah daerah memutuskan untuk membuka jalur baru di sisi lokasi longsor.
Warga Rela Hibahkan Tanah
Di tengah kondisi darurat, sejumlah warga Desa Lili’ Kira’ menunjukkan kepedulian tinggi dengan menghibahkan sebagian tanah milik mereka untuk dijadikan jalan baru. Langkah ini disambut baik pemerintah daerah karena mempercepat solusi darurat agar akses antarwilayah kembali normal.
“Kami rela tanah kami dipakai untuk jalan baru, demi kepentingan bersama. Jangan sampai masyarakat terus terisolasi,” ujar salah seorang pemilik lahan.
Pemerintah Daerah Apresiasi Kepedulian Warga
Bupati Toraja Utara memberikan apresiasi atas keikhlasan warga yang mengutamakan kepentingan umum. Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan baru akan segera dilakukan dengan prioritas pengerjaan cepat agar akses transportasi masyarakat bisa pulih.
“Ini adalah contoh nyata gotong royong dan kepedulian masyarakat. Pemerintah bersama warga bahu-membahu mencari solusi terbaik. Jalan baru akan segera dibangun agar roda perekonomian kembali berjalan,” kata Bupati.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Terputusnya akses Rantepao–Lutra membuat distribusi barang terganggu, terutama hasil pertanian yang menjadi komoditas utama warga. Selain itu, aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan juga terdampak karena mobilitas masyarakat terhambat.
Dengan adanya jalan alternatif baru, diharapkan konektivitas segera pulih sehingga perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.
Harapan Percepatan Pembangunan
Masyarakat berharap pembangunan jalan baru di Lili’ Kira’ bisa selesai dalam waktu dekat dengan kualitas yang lebih aman dan tahan terhadap bencana. Selain itu, warga juga meminta adanya langkah pencegahan jangka panjang seperti pembangunan talud, drainase, dan penghijauan untuk mengurangi risiko longsor di masa depan.
“Semoga jalan baru ini segera rampung dan lebih aman, supaya tidak terulang kejadian serupa,” ungkap salah seorang warga yang terdampak.









